27.8.09

KISAH TEMBOK BATU DAN PELUKIS GRAFFITI

Telah lama tembok itu lesu
Penuh kulat dan debu
Tak bermaya, layu
Pelukis graffiti lama dan baru
Datang kepada kamu
Menemanimu hai dinding bisu
Di dada kamu
Kami bicara ini dan itu
Tentang ilmu ,tentang rindu
Tentang kau dan aku
Tentang manusia dan hantu
Marhaen dan ratu
Segala macam ta ti tu
Kepada kau hai dinding batu
Sudilah terima aku
Sebagai temanmu
Setia menemanimu
Bila sampainya waktu
Aku pasti ada di situ
Membelaimu tanpa jemu

1 comment:

Syahrul Helmi Mohd said...

mmg dinding selalu jadi kawan penulis dan pelukis, kan? :)